Doc. EJourneys

EJourneys -
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah simulasi kecerdasan manusia yang telah dimodelkan oleh mesin dan diprogram untuk berpikir seperti manusia. Poin penting dalam proses AI adalah pembelajaran, penalaran, dan koreksi diri.
Secara umum, AI dapat menerapkan salah satu dari empat sistem yang harus diterapkan manusia, seperti B. bertindak manusiawi, berpikir manusiawi, berpikir rasional, dan bertindak rasional.

Beberapa contoh kemampuan AI yang sedang dikembangkan adalah:
Algoritme wajah dalam (pengenalan wajah), penambangan data (pengumpulan data) dan asisten virtual seperti Asisten Google atau Siri Apple.

BAGAIMANA CARA KERJA KECERDASAN BUATAN?

Sekarang kita sampai pada pertanyaan besar; bagaimana sebenarnya kecerdasan buatan bekerja? Sistem kecerdasan buatan dapat bekerja dengan menggabungkan beberapa kumpulan data besar. Kumpulan data kemudian diproses oleh algoritma tertentu untuk menemukan pola dalam data.


Setiap kali AI memproses data, sistem menguji dan mengukur kinerjanya sendiri. Dari pengukuran tersebut, sistem kemudian bekerja untuk menghasilkan fungsi baru. Tidak seperti pekerjaan manusia, AI tidak memerlukan istirahat. Hasilnya, AI dapat melakukan banyak tugas secara bersamaan dalam waktu singkat. Pada saat yang sama, kecerdasan buatan “belajar” untuk meningkatkan kemampuannya. Ini memungkinkan AI untuk menyelesaikan tugas apa pun yang diajarkannya.

Ingat juga bahwa AI tidak hanya mengandalkan sistem komputer untuk berfungsi penuh. Sebaliknya, kecerdasan buatan didukung oleh sistem dan komponen yang sangat kompleks untuk berfungsi. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem yang dapat 100 persen meniru perilaku manusia, mulai dari tindakan hingga keterampilan berpikir hingga memecahkan masalah yang rumit.

Sebenarnya ada berbagai jenis kecerdasan buatan yang ada saat ini. Berikut adalah tiga jenis AI yang umum digunakan:


1. ARTIFICIAL NARROW INTELLIGENCE (ANI)

Artificial Narrow Intelligence atau ANI adalah kecerdasan buatan yang paling umum digunakan saat ini. Disebut “sempit” karena fungsinya yang terbatas. Karena ANI dirancang hanya untuk melakukan satu pekerjaan. Meski hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan, yang jelas karya ANI berkualitas tinggi.


Penggunaan ANI sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. AI jenis ini juga bisa digunakan di semua lapisan masyarakat. ANI dapat dengan mudah melakukan segalanya mulai dari rekomendasi produk hingga prakiraan cuaca.

2. ARTIFICIAL GENERAL INTELLIGENCE (AGI)

Lalu ada Kecerdasan Umum Buatan atau AGI. AGI masih sebatas konsep. Jenis kecerdasan buatan ini digambarkan sebagai sistem yang dapat beroperasi pada tingkat kognitif yang setara dengan manusia. Sistem ini mencakup pemrosesan bahasa, pemrosesan gambar, dan fungsi pengambilan keputusan.

Dengan teknologi dan inovasi saat ini, penciptaan AGI masih jauh. Ini karena sistem AGI membutuhkan setidaknya ribuan perangkat ANI yang bekerja secara paralel dan terintegrasi satu sama lain. Namun, ini tidak berarti bahwa penelitian tidak berkembang.

3. ARTIFICIAL SUPER INTELLIGENCE (ASI)

Terakhir, ada Artificial Super Intelligence atau ASI. Ketika sistem AGI bekerja dengan manusia pada tingkat kognitif, ASI dapat melangkah lebih jauh. ASI dapat mengambil keputusan, berpikir rasional hingga melakukan observasi.

Seperti AGI, ASI saat ini masih merupakan istilah yang kasar. Namun, begitu manusia akhirnya bisa membuat AGI, membuat ASI tidak lagi menjadi masalah besar. Karena ketika AGI berhasil dibuat, para ilmuwan memperkirakan bahwa teknologi tersebut akan berkembang dengan sangat cepat.

Demikian mengenai Artificial Intelligence (AI) Atau Kecerdasan Buatan. AI sebenarnya sangat penting, tetapi AI juga mempunyai sisi buruk nya. Jadi kamu harus bisa memilih sesuai dengan kebutuhan mu.